this semester’s ballpoint pen portrait demo (no. 1 with glasses in mouth and a lip that needs some serious rescuing)
(via sevenknotwind)
gemeletuk jejari menulis,
dalam kesunyian ini kucoba bertahan,
memakan seisi tubuh sampai ambruk,
tak ada rasa peduli yang semstinya,
tuhan pun mengambil kesehatanku,
dengan gemetar rasa dingin,
aku berharap ada obatnya,
dalam kekeroposan raga,
semuanya tampak seperti ilusi,
lirihan menggebu merinding hanya bisa berharap.
yep this song of a classy rockstar feels like stroking down on my wounds.
How horrible life could be, how painful love could suddenly change my life, killing my dreams, making me somekinda nonsense and painfully alone.
Wondering where was my fault, Wondering why could it happen, why some people just can’t let go and pushing there ego that ends up making me a joke.
mahluk laut membawa timbangan,
perhitungannya memberatkan, selalu memberatkan.
mahluk sebrang pulau kembali,
merobek kenikmatan lalu meninggalkan upah,
hasil keringat lah pembenaranya.
mahluk laut singgah di pulau,
mencari semusim kawin sesama mahluk,
bukan binatang, bukan uang, bukan pula hantu.
mahluk laut harusnya tenggelam.
berenang bersama rantai makanan,
bernafas bersama asin lautan.
mahluk laut tak berperasaan,
mahluk laut tak bersuhu tubuh,
mahluk laut tidak menggunakan sepeda motor,
mahluk laut tak selalu biru.
mahluk laut tau penyebaran haru,
menderu hempasannya menghanyutkan.
hai mahluk laut, diam sajalah perapian sudah siap.
tak perlu berbumbu untuk mencumbu.
diam dan kukunyah lahap.
Aku mahluk petualangan,
penggila mimpi,
pemuja imajinasi,
pengejar realita,
pembelajar cerita,
penyuka maha cipta.
Dalam suaka keheningan ini terbentuk kegilaan, kebodohan dan tanpa penjelasan.
Dalam gegaruk kulit kepala terbentur nyeri diujung tengkorak mahluk dengan dominasi logika.
Dalam kesadaran berbatas ketidakmampuan untuk memiliki mengelayut di setiap pojok keputusan.
Dalam keterpurukan usia mengelabui rasa suka cita keremajaan ada kenaifan yang tulus dan tetap bodoh. Tapi itu tulus.
Dalam prosesi akhir zaman tingkah laku irasional menjadi bagian dari tren.
Dalam Hal ini, petualangan tak berhenti, melaju terus sampai mati. Kehidupan yang diakhiri dengan keinginan terbaik, kenyataan terserah pasrah.
Persetan cerita hidup. Persetan jalan hidup. Tetap buka mata.